Anda tidak perlu latar belakang teknis untuk menyusun requirement yang baik. Yang dibutuhkan adalah kemampuan menjelaskan cara kerja bisnis Anda dengan runtut dan spesifik.
Mulai dari masalah, bukan fitur
Kesalahan paling umum adalah langsung menuliskan daftar fitur. Tuliskan dulu masalah yang ingin diselesaikan dan bagaimana pekerjaan itu dilakukan hari ini. Dari situ, fitur yang benar-benar dibutuhkan akan muncul dengan sendirinya.
Delapan hal yang perlu dijelaskan
- 1Tujuan aplikasi — apa yang dianggap berhasil setelah aplikasi ini berjalan.
- 2Pengguna dan perannya — siapa saja yang memakai, dan apa yang boleh dilakukan masing-masing.
- 3Proses bisnis — urutan pekerjaan dari awal sampai selesai, termasuk siapa yang menyetujui apa.
- 4Alur pengguna — langkah yang dilalui pengguna untuk menyelesaikan satu pekerjaan.
- 5Aturan bisnis — ketentuan yang harus selalu dipatuhi, misalnya batas diskon atau syarat persetujuan.
- 6Data — informasi apa yang disimpan dan bagaimana keterkaitannya.
- 7Integrasi — sistem lain yang perlu terhubung.
- 8Kebutuhan teknis lain — jumlah pengguna, kebutuhan akses dari luar kantor, dan sejenisnya.
Tulis sespesifik mungkin
Kalimat seperti "sistem harus cepat" tidak bisa dikerjakan maupun diuji. Ganti dengan pernyataan yang bisa diperiksa, misalnya "laporan bulanan tampil dalam waktu di bawah tiga detik untuk data satu tahun". Hal yang sama berlaku untuk aturan bisnis: sebutkan angka, syarat, dan pengecualiannya.
Jangan lupakan kasus yang tidak normal
Sebagian besar kerumitan aplikasi justru ada di kondisi tidak normal: pesanan dibatalkan setelah dibayar, stok berubah saat transaksi berlangsung, atau pengguna kehilangan akses di tengah proses. Menuliskan ini sejak awal mencegah perdebatan mahal di tengah pengerjaan.
Satu jam meluruskan requirement biasanya menghemat berhari-hari pekerjaan development.